Cara Memilih Catering Aqiqah yang Sehat

Kelebihan dan kekurangan makanan cepat saji
Plus-Minus Makanan Cepat Saji atau Fast Food
Februari 17, 2020
hubungan lapangan kerja dengan pengangguran
Korelasi Pengangguran dan Lapangan Kerja | Jenis, Dampak dan Harapan
Februari 18, 2020
cara memilih catering aqiqah yang sehat

Cara Memilih Catering Aqiqah yang Sehat

Perkembangan Catering Aqiqah Pada Masa 4.0

Aqiqah merupakan salah satu perwujudan rasa syukur atas kehadiran buah hati dalam keluarga kepada Allah SWT. Aqiqah termasuk ibadah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW atau merupakan Sunnah Rosul. Dalam menjalankan suatu ibadah, tentu saja wajib melakukannya dengan serius dan sesuai dengan petunjuk yang telah ada.

Saat ini, masyarakat semakin dimanjakan dengan sudah banyaknya jasa penyedia layanan aqiqah. Terlebih lagi pada di era 4.0. Untuk mengetahui layanan yang disediakan oleh para penyedia jasa aqiqah tersebut dapat mencari informasinya di Internet. Dalam waktu yang relatif singkat, tentu dapat mencari informasi, mengetahui, dan menilai berbagai jenis layanan penyedia aqiqah. Tidak perlu lagi bersusah payah mendatangi satu per satu jasa penyedia aqiqah tersebut untuk menilainya. Masyarakat semakin dipermudah dengan berbagai sarana komunikasi untuk dapat terhubung dengan penyedia layanan tersebut.

Perkembangan teknologi informasi, melahirkan tips memilih penyedia layanan aqiqah yang berbeda dengan era sebelumnya. Setiap pengusaha atau pebisnis akan berusaha untuk menggunakan internet sebagai salah satu cara marketingnya agar tidak ditinggalkan oleh pelanggannya.

Jadi, apa saja yang dapat kita lakukan untuk memilih penyedia layanan aqiqah yang terbaik untuk buah hati kita? Apabila kita hendak melakukan aqiqah, maka kita bisa mencari informasi di internet tentang layanan aqiqah yang ada. Kita dapat membandingkan berbagai tawaran yang diberikan oleh berbagai penyedia layanan aqiqah tersebut, dan memilih yang terbaik.

Mengapa kita perlu memilih layanan Aqiqah?

Rasulullah SAW sudah memberikan contoh untuk membagikan daging aqiqah yang telah dimasak kepada tetangga, saudara dan kaum kerabat. Berbeda dengan daging kurban yang dibagikan dalam bentuk daging mentah. Daging aqiqah harus dibagikan dalam kondisi sudah matang. Bentuk masakannya juga tidak ditentukan. Meskipun banyak yang memasak daging aqiqah untuk dijadikan sate, gule, dan tongseng. Akan tetapi, harus diperhatikan secara menyeluruh dari proses pemilihan kambing, penyembelihan, memasak daging sampai kemasannya. Berikut Jejak Post membuat rangkumannya.

Apa saja ciri-ciri layanan aqiqah yang berkualitas?

Terdapat beberapa pertimbangan untuk menentukan dan memilih kualitas layanan aqiqah, yaitu:

  1. Kualitas Kambing

Kambing untuk aqiqah disarankan adalah kambing yang sudah cukup umur, sehat dan tidak cacat. Seekor kambing dianggap sudah cukup umur jika kambing tersebut sudah berumur 1 tahun atau telah tumbuh sepasang gigi tetapnya.

Menurut Kementerian Pertanian, pusat penelitian pertanian dan badan penelitian peternakan Indonesia, kambing yang sehat memiliki beberapa ciri yaitu :

  • Lincah
  • Muka cerah
  • Nafsu makan bagus
  • Bulu bersih dan mengkilap
  • Tidak kudisan
  • Lubang kumlah (mulut, hidung, telinga, dan anus) bersih dan normal
  • Suhu badan normal (37*C)

Umur yang cukup dan sehat saja tidak cukup sebagai syarat kambing yang akan disembelih untuk keperluan aqiqah. Harus dipastikan juga bahwa kambing tersebut juga tidak dalam kondisi cacat atau kurang normal. Cacat yang dimaksud contohnya ekornya yang terpotong, telinga mengalami kerusakan, matanya buta, kakinya patah atau kakinya pincang.

Sebagai shohibul aqiqah atau orang yang akan melakukan aqiqah harus memastikan persyaratan kambing yang akan disembelih untuk aqiqah tersebut. Meskipun sering kali menggunakan jasa penyedia layanan aqiqah, tetap saja harus memastikan kambing sudah memenuhi syarat-syarat tersebut. Maka dari itu, pilihlah penyedia layanan aqiqah yang memungkinkan untuk dapat melihat dan memastikan kambing yang akan disembelih untuk aqiqah secara langsung. Tidak hanya terima daging matangnya saja.

  1. Proses Penyembelihan

Proses penyembelihan kambing atau domba untuk aqiqah lebih afdhol jika dilakukan setelah matahari terbit. Pada saat proses penyembelihan hendaknya diniatkan untuk bayi atau anak yang diaqiqahi. Tidak hanya itu, sebaiknya tulang kambing atau domba tidak dipatah-patahkan. Akan tetapi, dipotong pada bagian sendinya.

Dalam proses penyembelihan hewan aqiqah juga perlu untuk memperhatikan kualitas peralatannya seperti pisau yang akan digunakan untuk menyembelih kambing atau domba. Pisau sebaiknya sudah diasah dengan baik sehingga cukup tajam dan tidak ada karat yang menempel.

Penelitian sudah membuktikan bahwa penyembelihan hewan dengan pisau yang tajam mengurangi rasa sakit pada hewan yang disembelih tersebut. Jadi pada saat penyembelihan juga harus memperhatikan adab-adabnya.

Tentu saja proses penyembelihan hewan untuk aqiqah dilakukan dengan mengucap bismillahirrohmannirrohim. Hal tersebut adalah yang membedakan bahwa daging aqiqahnya ini halal atau haram. Pengucapan bismillah tersebut mengantarkan pada daging aqiqah yang halal.

Menurut Majlis Ulama Indonesia, ada beberapa tata cara penyembelihan hewan aqiqah, yaitu :
  • Menghadap kiblat dengan dibaringkan ke sebelah kiri dan kepala menghadap kiblat.
  • Membaca basmalah, takbir dan doa (Misal : Bismillahi AllahuAkbar. Allahumma hadza minka wailaika fataqobbal min (nama anak/bayi yang diaqiqahi)
  • Memutus jalan makan dan minum
  • Memutus 2 urat nadi atau adajain
  • Memutus jalan nafas hulqum
  • Hewan dipotong dalam sekali tekan atau potong tanpa mengangkat pisau dari leher. Akan tetapi, kepala tidak langsung dipisahkan atau terpenggal.

Dalam memilih penyedia layanan aqiqah, juga perlu memilih penyedia layanan aqiqah yang memperhatikan adab penyembelihan hewan aqiqah dan ikhtiar syar’I yang dapat mengantarkan hewan aqiqah pada halal dan syahnya aqiqah yang kita lakukan.

  1. Cara Memasak, Tempat dan Penyajian

Selain memperhatikan kualitas kambing untuk aqiqah dan proses penyembelihan. Cara memasak, tempat dan penyajian juga perlu diperhatikan untuk menentukan kualitas aqiqah. Daging yang pengolahannya tidak dilakukan secara higienis, berpotensi menimbulkan berbagai penyakit. Sebagai contoh saja, jika pada saat memasak ataupun menyajikan daging aqiqah tersebut terdapat banyak lalatnya, sangat berpontensi untuk membawa kotoran yang dapat memicu terjadinya diare. Sangat disayangkan apabila hal tersebut terjadi.

Hal tersebut perlu dipastikan karena daging aqiqah tersebut akan dibagikan kepada tetangga atau sanak kerabat. Artinya, yang akan mengonsumsi daging tersebut adalah banyak orang. Jika sampai daging tersebut menyebabkan penyebab diare atau penyakit lainnya, maka yang akan terserang diare dalam jumlah yang banyak.

Maka dari itu, kebersihan tempat, alat dalam proses memasak dan menyajikan wajib diperhatikan. Selain adanya lalat, penjamah makanan juga wajib memenuhi standar kesehatan penyedia makanan. Seperti misalnya menggunakan celemek, menggunakan penutup kepala, menggunakan japit makanan, serta menggunakan masker saat mengolah daging. Penggunaan masker sangat penting, sehingga pada saat masak ataupun menyajikan makanan tersebut dapat menghindarkan percikan ludah ke makanan yang dapat menularkan berbagai penyakit.

Terkadang, dalam memilih dan menentukan penyedia jasa, lebih banyak memberikan perhatian pada harganya saja. Ketika membandingkan kualitas, maka daftar harga saja tidak cukup sebagai acuannya. Jangan sampai terjebak pada tawaran harga aqiqah yang begitu murah, akan tetapi harus wajib memperhatikan kualitasnya.

Ketika mencermati harga, pastikan bahwa harga layanan aqiqah yang ditawarkan sudah meliputi semuanya. Termasuk ongkos penyembelihan kambingnya, jasa pengiriman dan lainnya. Hal tersebut dapat membuat perencanaan anggaran keuangan untuk melaksanakan aqiqah lebih pasti dan mudah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *