Deretan Kampung Arab di Indonesia – Wisata Ala Timur Tengah

Proses Pembuatan Batu Bata
Bata Merah | Proses Pembuatan Dan Jenisnya
Januari 30, 2020
5 Cara Memilih Rental Mobil Yang Aman dan Murah
Januari 30, 2020

Deretan Kampung Arab di Indonesia – Wisata Bernuansa Ala timur tengah di Nusantara

Kampung Arab – Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang sangat strategis serta sumber daya alam yang melimpah. Ini merupakan salah satu hal yang mendasari berdatangannya bangsa-bangsa asing ke Nusantara.

 

Para bangsa asing yang datang ke Indonesia selanjutnya ada yang menetap dan melebur dengan penduduk sekitar. Menyebabkan akulturasi dan percampuran budaya yang menambah keragaman serta kekayaan budaya di Indonesia.

Keragaman budaya di Nusantara tidak hanya terbatas pada kebiasan suatu etnik dari daerah lokal saja, akan tetapi juga diperkaya dengan kebudayaan dari negara asing dari daerah Asia Timur, Eropa, maupun Timur Tengah.

Kampung Arab

Salah satu bukti keragaman yang ditimbulkan dari percampuran dengan budaya asing adalah dengan banyaknya daerah-daerah perkampungan Tionghoa, maupun Arab yang masih ada sampai sekarang. Budaya budaya asing ini mempengaruhi banyak hal mulai dari kebiasaan sehari-hari, makananan, bahasa, ritual, hingga corak arsitektur yang bernuansa khas.

Daerah-daerah dengan corak budaya asing yang kental ini diberikan sebutan seperti kampung pecinan atau kampung cina untuk daerah dengan nuansa khas daerah Tionghoa. Dan sebutan kampung arab untuk daerah dengan nuansa khas timur tengah. Sebutan ini muncul dan berkembang di masyarakat karena beberapa alasan. Diantaranya karena daerah tersebut banyak dihuni warga-warga dari negara asing dan keturunannya yang membawa budaya dari daerah asalnya dan bercampur dengan budaya lokal. Ada juga daerah dengan sebutan tersebut karena alasan lain.

Dengan adanya akulturasi budaya ini tentunya dapat memperkaya keberagaman serta memberikan daya tarik tersendiri khususnya bagi wisatawan lokal dan asing yang berkunjung ke Indonesia.

Kali ini kita akan membahas beberapa daerah di Indonesia yang memiliki sebutan kampung arab. Berikut ini merupakan beberapa daerah bernuansa timur tengah atau yang biasa di sebut kampung arab :

Kampung Arab Al Munawar, Palembang

Kampung arab Al Munawwar ini terketak di tepian sungai Musi, tepatnya di 13 ulu Palembang. Keberadaan kampung dengan nuansa ala timur tengah ini tidak lepas dari sosok Habib Abdurrahman Al-Munawwar. Beliau merupakan saudagar asal Yaman yang datang sekitar 350 tahun lalu dengan tujuan untuk berdagang rempah-rempah.

Di Kampung Arab Al Munawwar ini terdapat 8 bangunan rumah peninggalan leluhur pendatang dari Arab. Rumah-rumah dengan model rumah panggung yang terbuat dari kayu tersebut berada diatas tepian sungai diperkirakan usianya mencapai 350 tahun.

Perkampungan ini dihuni oleh keturunan asli Imigran Yaman yang banyak menikah dengan penduduk lokal. Di ketahui ada sekitar 75 kepala keluarga keturunan Yaman yang tinggal di kampung ini. Mereka masih berpegang teguh melestarikan budaya serta peninggalan-peninggalan leluhurnya. Para warga kampung Al Munawwar juga mampu menjaga silsilah keturunan hingga sembilan generasi.

Perempuan yang berasal dari keturunan Arab harus menikah dengan keturunan arab. Sedangkan laki-laki keturunan Arab boleh menikah dengan perempuan yang bukan berasal dari keturunan mereka. Hal ini bertujuan untuk menjaga garis keturunan supaya tidak terputus.

Kampung Al Munawwar ditunjuk oleh pemerintah provinsi Sumsel sebagai salah satu destinasi wisata religi dan heritage di Palembang. Diresmikan pada hari sabtu 11 Februari 2017.

Beberapa hal yang menjadi daya tarik perkampungan ini adalah masih khas dan kentalnya tradisi atau budaya Yaman. Kendati demikian para penduduknya juga tidak menutup diri dengan masyarakat serta kebudayaan lokal. Mereka menyerap beragam budaya daerah setempat seperti bangunan panggung bergaya Rumah Limas bebahan kayu khas dengan gaya dan ukiran Palembang.

Wisata Kampung Arab Al Munawwar

Kampung Arab Al Munawar ini cocok untuk dijadikan destinasi wisata bagi Anda yang ingin berlibur dengan nuansa Ala Timur Tengah. Anda juga bisa menikmati kearifan lokal yang berpadu dengan budaya Arab serta menjelajahi keindahan sungai Musi Palembang. Kampung Arab Al Munawwar juga memiliki makanan khas Ala Timur Tengah yang dipadu padankan dengan lidah lokal.

Saat Anda berkunjung ke kampung arab Al Munawar ini Anda bisa menyaksikan peninggalan-peninggalan sejarah yang masih terjaga dengan rapi. Salah satunya adalah Al Quran dengan tinta emas yang berusia 100 tahun. Anda juga bisa menyaksikan saat ada acara religi dimana warga kampung Al Munawwar mengadakan acara lengkap dengan tarian gambus. Dan juga disuguhkan dengan berbagai hidangan khas arab seperti nasi minyak seperti nasi briyani dengan campuran kismis dan ada lauk pauk seperti gulai kampung, ayam, sayuran dan sambal buah.

Kampung Arab Ampel Surabaya

Kawasan ini terletak di Jalan Ampel Suci 45 dan Jalan Ampel Masjid 53 sekitar 10 km dari kota Surabaya. Awal mula tonggak sejarah berdirinya kampung arab di daerah ini tidak bisa dilepaskan dari tokoh walisongo Sunan Ampel. Sunan Ampel bernama asli Raden Ahmad Rahmatillah merupakan salah satu tokoh yang menyebarkan agama islam pada abad ke-15.

Karena terkenal sebagai sosok pemuka agama, sunan Ampel kemudian dipanggil raja Brawijaya. Beliau mendapat sebidang tanah pinjaman yang kemudian dibangun sebuah masjid yang diberi nama Masjid Rahmat. Masjid ini merupakan masjid tertua di kawasan Kembang Kuning Surabaya.

Memasuki abad ke 18 kaum Hadharim (Yaman) mulai berdatangan ke Indonesia dengan tujuan berdagang. Kemudian banyak yang menetap di suatu daerah yang telah ditentukan oleh pemerintah kolonial Belanda. Barulah pada abad 19, Arab modern mulai banyak yang berdatangan ke Indonesia khususnya daerah Surabaya, hingga menetap sampai sekarang.

Wilayah ini disebut kampung arab karena hampir 60% warganya adalah keturunan Arab. Sisanya adalah warga keturunan campuran, seperti, Madura, Tionghoa, dan Jawa.

Kebudayaan Timur Tengah masih terasa begitu kental di kawasan ini. Anda bisa menjumpai beberapa bangunan khas bernuansa Timur Tengah, serta makanan-makanan khas Arab seperti kebab, kurma, nasi briyani, nasi kebuli dan masih banyak yang lainnya.

Selain bisa menikmati cagar budaya, salah satu daya tarik yang menjadikan kawasan ini sebagai wisata religi adalah Anda bisa berkunjung atau berziarah ke makam Sunan Ampel. Hampir tiap tahunnya tempat ini tidak pernah sepi pengunjung baiki wisatawan domestik maupun luar kota yang ingini berkunjung ke makam Sunan Ampel.

Wisata religi dan suasana kampung Arab di kawasan Ampel ini akan menjadi sangat ramai saat bulan Ramadhan. Anda bisa menjumpai berbagai kuliner khas ramadhan dan merasakan suasana meriahnya ramadhan ala Timur Tengah di Kampung Arab Ampel ini.

Kampung Arab Pekojan, Jakarta Barat

Pekojan merupakan salah satu daerah yang masih banyak terdapat cagar budaya peninggalan bersejarah. Bukan hanya budaya arab, akan tetapi banyak juga peninggalan-peninggalan kebudayaan dari India dan Tionghoa.

Nama “Pekojan” sendiri diambil dari kata “khoja”, istilah yang sering digunakan untuk menyebut penduduk keturunan India yang beragama Islam.

Daerah Pekojan pada era kolonial Belanda kemudian dikenal sebagai kampung Arab. Pemerintah Hindia Belanda pada abad ke-18 menetapkan Pekojan sebagai kampung Arab. Kala itu, para imigran yang datang dari Hadramaut (Yaman Selatan) ini diwajibkan lebih dulu tinggal di sini. Baru dari Pekojan mereka menyebar ke berbagai kota dan daerah. Di Pekojan, Belanda pernah mengenakan sistem passen stelsel dan wijken stelsel. Bukan saja menempatkan mereka dalam pemukiman khusus, tetapi juga mengharuskan mereka memiliki pas atau surat jalan bila bepergian ke luar wilayah.

Kampung Arab Pekojan

Sistem macam ini juga terjadi di Kampung Ampel, Surabaya, dan sejumlah perkampungan Arab lainnya di Nusantara. Kampung Pekojan merupakan cikal bakal dari sejumlah perkampungan Arab yang kemudian berkembang di Batavia. Dari tempat inilah mereka kemudian menyebar ke Krukut dan Sawah Besar (Jakarta Barat); Jati Petamburan, Tanah Abang, dan Kwitang (Jakarta Pusat); Jatinegara dan Cawang (Jakarta Timur). Saat ini, mayoritas penghuni Pekojan adalah keturunan Tionghoa. (dikuti dari Wikipedia : Kampung Arab Pekojan, Tambora, Jakarta Pusat)

Meski menyandang nama kampung arab, saat ini kampung Pekojan juga dihuni oleh masyarakat etnis Tionghoa. Akan tetapi masih banyak juga warga yang bermarga Al Athas Alaydrus, Al Habsy, dan Assegaf yang masih tinggal di kampung Pekojan ini.

Sebagai kampung lawas tentunya kampung Pekojan memiliki sejumlah peninggalan bersejarah, sepert Masjid Annawier(1760), Langgar Tinggi (1829), Masjid Al Anshor (1648) dan Jembatan Kambing. Ada juga masjid Zawiah yang dibangun oleh Habib Ahmad bin Hamzah Al Atas

Selain bangunan-bangunan bergaya arsitektur Moor (Sebutan muslim India dan timur tengah), Anda juga masih bisa menenmukan makanan-makanan khas Timur Tengah seperti Gulai kari kambing, roti jala, kue ka’ak dll.

Kampung Arab Lain di Indonesia

Selain yang telah disebutkan di atas, sebenarnya masih banyak kampung arab lain yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara. Sebutan-sebutan kampung arab tersebut tidak lepas dari sejarah serta keberadaan masyarakat etnis Timur Tengah. Keberadaan sebuah kawasan dengan sebutan kampung arab pastinya sudah tidak asing lagi di telinga kita, karena hampir setiap daerah yang kita huni pasti ada sebutan kampung arab untuk wilayah tertentu.

Ada juga wilayah kampung arab lain yang terkenal seperti kampung arab Assegaf di Palembang, yang memiliki tonggak sejarah dengan Al Habib Alwi Bin Assegaf yang berdiri sejak tahun 1900an. Kampung Arab Atau Embong Arab di Malang sepanjang jalan Syarif Al Qodri. Serta kampung Arab lainnya yang ada di Indonesia.

Selain karena dihuni oleh masyarakat yang notabene merupakan keturunan Arab, ada juga daerah yang memiliki sebutan kampung Arab akan tetapi tidak ada satupun orang arab yang tinggal disana.

Kampung Arab Pare

Daerah yang terletak di Jl Cempaka, Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri ini merupakan salah satu daerah yang disebut kampung arab. Berbeda dengan kampung arab lainnya, wilayah kampung arab pare ini sama sekali tidak dihuni oleh orang-orang dari keturunan Arab. Melainkan daerah ini merupakan kawasan edukasi bahasa arab dengan lebih dari 50 tempat kursus bahasa arab. Suasana religi yang mendukung serta lingkungan yang kondusif membuat tempat ini sangat cocok untuk belajar bahasa Arab mulai dari dasarnya.

Perkampungan ini menjadi kawasan belajar bahasa Arab yang sudah bertahun-tahun menjadi destinasi pilihan para pelajar dari berbagai penjuru Indonesia[1]. Bahkan tak jarang pelajar dari MalaysiaSingapuraThailandLibya, hingga Arab Saudi yang datang ke Kampung Arab. Kawasan ini dicetuskan oleh salah satu lembaga kursus bahasa Arab di daerah itu yaitu Al Azhar Arabic Course yang aktif membimbing para peserta kursus bahasa Arab sejak didirikan pada awal tahun tahun 2013 silam yang tepat pada tanggal 1 Januari 2013.

Berbagai metode seperti metode tamyiz dan berbagai metode lainnya untuk belajar membaca kitab-kitab bahasa arab. Banyak pelajar-pelajar dari luar pulau yang mengikuti program pembelarajan bahasa arab ini untuk berbagai tujuan.

Selain kawasan pembelajaran bahasa Arab, kitab kuning, dan program thafidz,terdapat juga kawasan pembelajarn yang disebut kampung inggris. Masih di kawasan yang sama terdapat juga banyak lembaga kursus dan pelatihan bahasa inggris yang terbaik di Pare. Dengan berbagai program dan biaya yang terjangkau tak heran membuat banyak orang berdatangan untuk belajar bahas inggris di sini.

Tag : Kampung Arab, Kampung Arab Al Munawar Palembang, Kampung Arab Pekojan, Kampung Arab di Indonesia, Kampung Arab Ampel Surabaya, Kampung Arab Pare, Wisata Kampung Arab,

1 Comment

  1. […] Deretan kampung Arab di Indonesia – Wisata Ala Timur Tengah […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *