Inspirasi Penderita Skoliosis yang Pantang Menyerah

cutting sticker mobil
Seputar Cutting Sticker Mobil | Bahan yang Digunakan
Februari 3, 2020
makanan dan minuman khas tegal
Harus Coba! Inilah 19 Makanan Khas Tegal Yang Wajib Kamu Cicipi
Februari 6, 2020
penderita skoliosis

Inspirasi Skolioser yang Pantang Menyerah

Inspirasi Penderita Skoliosis – Skoliosis adalah kelainan pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang. Sebanyak 75-85% kasus skoliosis merupakan idiofatik, yaitu kelainan yang tidak diketahui penyebabnya.

Inspirasi Penderita Skoliosis

  1. Sang Ayu Putu Cynthia Maharani, 22 tahun

Sumber : jambi.antaranews.com

Wanita yang kerap disapa Cynthia ini mengalami scoliosis dengan diagnosa kemiringan mencapai 45 derajat. Tak sampai sini saja, kemiringan tulang belakang Cynthia dirasakan sampai ke jenjang kuliah dengan kemiringan yang kian bertambah. Cynthia menggunakan alat penunjang tubuh atau brace sekitar enam bulan. Namun, tampaknya tak membuahkan hasil yang baik. Cynthia tak patah semangat, ia tetap aktif olahraga untuk menjaga otot tubuhnya agar tetap kuat. Penderitaan Cynthia sejak umur 16 tahun telah usai, Cynthia berhasil sembuh dengan brace pilihan.

  1. Rebecca Berry, 29 tahun

Sumber : health.detik.com

Impian Rebecca mengelilingi dunia untuk scuba diving harus tertunda akibat scoliosis yang ia derita. Selama kurang lebih 10 tahun, Rebecca harus mengenakan pakaian empat kali lebih besar dari tubuhnya hanya untuk bisa menutupi kondisi tulang belakangnya. Rebecca menolak operasi dikarenakan ia khawatir itu akan membuatnya tak bisa berjalan selama enam bulan. Rebecca memutuskan untuk meriset sendiri dan menemukan klinik Scoliosis SOS, yang diklaim memiliki program latihan khusus yaitu yoga. Rebecca menekuni yoga dan berkonsultasi dengan para pakar dan memulai latihan selama empat minggu dengan disertai pijat dari klinik. Hanya sebulan ia mengakui bahwa tulang punggungnya telah kembali tegak.

  1. Hannah, 9 tahun

Sumber : cnnindonesia.com

Gadis belia pemberani ini bernama Hannah, penderita skoliosis idiopathic yang harus menggunakan brace selama 23 jam sehari. Banyak foto yang diabadikan oleh bibi Hannah – Julia Cybularz dari awal Hannah menggunakan penyokong pertama hingga perjalanan menuju operasi pemulihan diri. Saat itu, tulang belakang Hannah menyatu dengan batang titanium. Tak sampai disitu saja, penyangga titanium tersebut gagal memperbaiki kelengkungan tulang belakangnya yang membentuk huruf S dengan kurva 70 derajat. Akhirnya, hanya operasi satu-satunya pilihan Hannah. Ia terus berbagi kisahnya selama hampir dua bulan menuju pemulihan. Hannah menulis jurnal untuk melengkapi foto jepretan dari bibinya, Hannah telah sembuh. Keceriaan kembali padanya setelah sekian tahun bersama skoliosis.

  1. Lily Ritchie

Sumber : lifestyle.okezone.com

Impian menjadi seorang penari harus tertunda karena skoliosis yang dideritanya di tulang belakang. Lily harus operasi lantaran membutuhkan fusi tulang belakang. Hal ini dianjurkan untuk memadukan tulang belakang dan memperbaiki kelainan bentuk. Operasi yang akan Lily lalui memakan waktu enam jam dengan periode pemulihan mencapai satu minggu. Pada awalnya, Lily tak ingin melakukan operasi besar tersebut, tetapi kurva tubuhnya memburuk sebelum operasi hingga punggungnya melengkung sejauh 70 derajat. Operasi yang Lily jalani berjalan sukses, ia pulih dan impiannya menjadi seorang penari dapat terwujud.

Baca Juga : Cara Mencegah Infeksi Virus Corona di Indonesia

Dapat disimpulkan bahwa scoliosis memang terlihat mudah dicegah, tetapi perlu diketahui bagi kerabat atau Anda sendiri yang memiliki kelainan tulang belakang atau scoliosis harus memiliki semangat untuk segera pulih dan scoliosis ini sangat berbahaya bila tak segera diatasi.

Ada beberapa penderita skoliosis yang sembuh sesuai dengan tingkat kelengkungan dan cara pengobatannya yang bisa dijadikan sebagai inspirasi. Scoliosis ini dapat berkembang dengan sangat cepat dan dikhawatirkan akan mengganggu paru-paru dan jantung akibat sesak nafas. Nah, penyembuhan harus segera dilakukan.

Seperti cerita para penderita scoliosis yang telah sembuh, mereka memiliki berbagai macam cara dan usaha untuk menunjang kesembuhannya. Ada berbagai metode dari masing-masing penderita scoliosis tersebut seperti memakai brace, mengikuti yoga, mengikuti terapi scoliosis, meminum obat dan operasi.

Namun, pada kenyataannya perjuangan keras untuk menyembuhkan scoliosis harus disertai kesungguhan untuk sembuh segera dan tidak melanggar aturan yang telah dokter . berikan. Dampak yang dihasilkan tergantung dari keadaan scoliosis sendiri semakin besar tingkat kelengkungan semakin meningkat usaha yang harus dilakukan.

Ada kasus scoliosis yang mencapai 100 derajat tingkat kelengkungan dan masih bisa dikoreksi melalui operasi, tetapi operasi yang dilakukan tentu memiliki resiko yang besar dan cukup menakutkan seperti kelumpuhan bahkan meninggal dunia.

Maka dari itu, kelainan tulang belakang atau scoliosis ini perlu ditindaklanjuti melihat resiko dan bahaya yang akan dialami kedepannya sangat signifikan. Anda bisa mengkonsultasikan scoliosis pada dokter spesialis yang mengetahui keadaan tulang dan alat gerak tubuh yaitu dokter ortopedi.

Bagi Anda yang mengalami scoliosis kami sarankan untuk konsultasi ke dokter atau ke tempat terapi terpercaya yang dapat membantu mengatasi masalah scoliosis yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *