Konsep Tuhan dalam Etimologi & Filosofi Aksara Jawa

cafe unik di jakarta
7 Cafe Unik di Jakarta untuk Nongkrong Asyik
Februari 18, 2020
Sejarah Pizza Italia
Sejarah Pizza di Negeri Menara Pisa – Italia
Februari 19, 2020
Konsep tuhan dalam etimologi aksara jawa

Konsep Tuhan dalam Etimologi Aksara Jawa

Setiap aksara Jawa memiliki maknanya tersendiri. Terlebih lagi korelasinya dengan konsep Tuhan dalam pandangan Jawa. Makna-makna tersebut merepresentasikan konsep Tuhan dalam etimologi aksara Jawa. Secara rinci setiap aksara Jawa memiliki makna-makna tertentu. Untuk itu, Jejak Post sudah membuat tulisan tentang makna aksara Jawa sebagai berikut:

  1. Ha: hana hurip wening suci

Memiliki maksud kehidupan ini ada karena kehendak Yang Maha Suci

  1. Na: nur candra, gaib candra, wasitaning candra

Bermakna pengharapan manusia hanya pada sinar illahi

  1. Ca: cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi

Berarti satu arah dan satu tujuan pada Yang Maha Tunggal

  1. Ra: rasa ingsun handulusih

Memiliki arti rasa cinta sejati muncul dari rasa cinta kasih nurani

  1. Ka: karsaning memayu hayuning bawana

Memiliki arti segala hasrat hanya ditujukan untuk kesejahteraan alam

  1. Da: dumadining dzat kang tanpa winangenan

Memiliki arti menerima hidup apa adanya

  1. Ta: tatas, tutus, titis, titi lan wibawa

Memiliki arti mendasar, totalitas, satu visi dan teliti dalam memandang hidup

  1. Sa: sifat ingsun handulu sifatullah

Memiliki arti membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan

  1. Wa: wujud hana tan kena kinira

Memiliki arti ilmu manusia memang terbatas, namun penerapannya bisa tanpa batas

    10. La: lir handaya paseban jati

Memiliki arti mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi

  1. Pa: papan kang tanpa kiblat

Memiliki arti bahwa hakikat Tuhan ada pada segala arah

  1. Dha: dhuwur wekasane endek wiwitane

Memiliki arti untuk bisa berada di atas, tentunya di mulai dari dasar.

  1. Ja: jumbuhing kawulo lan gusti

Memiliki arti  selalu berusaha menyatu dan memahami segela kehendak-Nya

  1. Ya: yakin marang samubarang tumindake kang dumadi

Memiliki arti yakin terhadap kodrat atau titah sang Illahi

  1. Nya: nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki

Memiliki arti memahami kodrat kehidupan

  1. Ma: madep mantep manembah mring Illahi

Memiliki arti yakin dan mantap dalam menyembah Illahi

  1. Ga: guru sejati sing nuruki

Memiliki arti belajar pada guru nurani

  1. Ba: bayu sejati kang andalani

Memiliki arti menyelaraskan diri pada gerak alam

  1. Tha: tukul saka niat

Memiliki arti sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niat

  1. Nga: ngracut busananing manungsa

Memiliki arti melepaskan egoisme pribadi manusia

Selanjutnya ajaran filsafat dengan berdasarkan aksara Jawa dijelaskan dalam uraian berikut di bawah ini:

  1. HA-NA-CA-RA-KA

Pada aksra-aksara ini memiliki arti adanya utusan. Yaitu utusan hidup yang berupa nafas. Nafas tersebut memiliki kewajiban untuk jiwa dengan raga manusia. Dengan kata lain, terdapat unsur yang mempercayakan dan unsur yang dipercayakan dan dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur tersebut merupakan Tuhan, manusia dan kewajiban manusia sebagai ciptaanNya.

  1. DA-TA-SA-WA-LA

Dalam aksara-aksara ini menunjukan bahwa saat seseorang sudah sampai pada data atau saatnya untuk dipanggil, maka orang tersebut tidak boleh sawala atau mengelak. Artinya, seseorang wajib untuk bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan segala kehendak Tuhan.

  1. PA-DHA-JA-YA-NYA

Makna aksara-aksara ini memiliki arti menyatukan Dzat Pemberi Hidup, Tuhan dengan yang diberi kehidupan, sang mahluk. Kata padha artinya sama, sesuai jumbuh atau cock tunggal batin yang nampak dalam tingkah laku berdasarkan keutamaan dan keluhuran. Sedangkan jaya dapat memiliki makna menang atau unggul.Menang dalam konteks ini merupakan kemenangan yang sesungguhnya. Bukan sekedar menang tanpa usaha dan sportif.

  1. MA-GA-BA-THA-NGA

Aksara tersebut mengandung arti untuk menerima segala sesuatu yang sudah diperintahkan dan dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Memiliki maksud bahwa manusia harus pasrah dan sumarah atau menyerah pada garis kodrat yang sudah diberikan Yang Maha Kuasa, meskipun diberi hak kuasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *