Korelasi Pengangguran dan Lapangan Kerja | Jenis, Dampak dan Harapan

cara memilih catering aqiqah yang sehat
Cara Memilih Catering Aqiqah yang Sehat
Februari 18, 2020
cafe unik di jakarta
7 Cafe Unik di Jakarta untuk Nongkrong Asyik
Februari 18, 2020

Korelasi Pengangguran dan Lapangan Kerja

Banyak para ahli yang memberikan pengertian pengangguran termasuk  jenis dan macamnya, namun di kalangan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyebutkan, Pengangguran adalah orang sama sekali belum mendapatkan pekerjaan, sedang mencari pekerjaan, atau ingin mempersiapkan usaha. Ada beberapa jenis-jenis pengangguran lainnya yang bisa dibedakan atas beberapa faktor, seperti di bawah ini:

Jenis jenis Pengangguran

Pengangguran Friksional

Pengangguran Friksional

Pengangguran friksional terjadi ketika seorang karyawan resign, akan tetapi karyawan tersebut belum mendapatkan pekerjaan baru. Pada umumnya karyawan yang memutuskan resign disebabkan alasan pribadi mereka, seperti pindah rumah atau memang ingin mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik.

Pengangguran Struktural

Pengangguran Struktural

Pengangguran struktural dapat terjadi ketika adanya perubahan dalam sektor ekonomi yang menciptakan ketidakcocokan. Ketidakcocokan tersebut antara keterampilan yang dimiliki pekerja dan keterampilan yang dibutuhkan oleh pengusaha. Contohnya saja pergantian tenaga kerja buruh dengan mesin dan teknologi canggih yang banyak terjadi di pabrik-pabrik yang sudah modern.

Resesi yang panjang sering menciptakan jenis pengangguran struktural. Pekerja yang menganggur terlalu lama perlahan akan kehilangan keterampilan mereka. Pada kondisi ini menyebabkan peningkatan pengangguran alami yang lebih tinggi.

Pengangguran Natural

Pencari Kerja

Pengangguran natural dapat terjadi di semua sektor industri tanpa terkecuali dengan tingkatan yang berbeda-beda. Secara global, tingkat pengangguran terendah adalah sebanyak 2,5% yang terjadi setelah perang Korea yang kemudian berujung pada resesi.

Jenis pengangguran natural adalah bagian dari dua jenis pengangguran utama yang sudah disebutkan sebelumnya yaitu struktural dan friksional. Jenis ini juga terjadi saat seseorang mencari pekerjaan pertamanya. Atau, ketika seorang perempuan ingin kembali ke dunia kerja karena memutuskan untuk tidak menjadi seorang ibu rumah tangga lagi.

Pengangguran natural bersifat jangka pendek. Pengangguran natural merupakan bagian alami dari proses pencarian sebuah pekerjaan. Sebenarnya, pengangguran friksional memiliki dampak positif bagi sektor ekonomi. Hal tersebut memungkinkan pekerja pindah ke pekerjaan di tempat yang dapat lebih produktif.

Pengangguran Siklis

Tidak seperti pengangguran natural. Pengangguran siklis terjadi saat permintaan barang dan jasa turun drastis. Sehingga memaksa pemilik perusahaan untuk memutuskan memberhentikan banyak karyawannya. Dengan tujuan untuk memangkas pengeluaran perusahaan.

Jenis ini juga dapat menciptakan lebih banyak lagi pengangguran. Hal tersebut karena karyawan yang diberhentikan tidak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dampaknya semakin menurunkan permintaan.

Pengangguran Jangka Panjang

Pengangguran jangka panjang terjadi angkatan kerja yang aktif mencari pekerjaan selama lebih dari 27 minggu.  Akan tetapi, persentase yang lebih tinggi dari pengangguran masuk ke dalam kategori pengangguran jangka panjang.

Pengangguran Musiman

Sesuai dengan namanya, jenis pengangguran musiman terjadi akibat perubahan musim di suatu daerah atau negara. Beberapa profesi yang termasuk ke dalam jenis pengangguran ini antara lain penjual es, jas hujan, karyawan di tempat wisata, instruktur ski, buruh konstruksi, petani buah tertentu dan sebagainya.

Pengangguran Klasik

Pengangguran klasik

Pengangguran jenis klasik juga dikenal dengan sebutan “pengangguran upah riil” atau “pengangguran terinduksi”. Pengangguran klasik terjadi saat upah minimum provinsi (UMP) lebih tinggi daripada daripada hukum penawaran dan permintaan. Ada tiga situasi yang  menyebabkan pengangguran klasik,  antara lain:

  • Pemerintah menetapkan upah minimum yang terlalu tinggi
  • Perusahaan harus memberikan upah yang besar untuk setiap karyawan. Dampaknya perusahaan memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal. Mereka yang dipecat adalah “korban” pengangguran klasik.
  • Serikat pekerja menegosiasikan gaji dan tunjangan yang lebih tinggi
  • Kontrak jangka panjang menetapkan upah yang terlalu tinggi karena resesi
Setengah Pengangguran

Mereka yang termasuk dalam jenis setengah pengangguran adalah mereka yang memiliki pekerjaan, akan tetapi tidak bekerja sesuai dengan kapasitas dan tingkat keahlian yang dimiliki.

Penyebab dan Dampak Peningkatan Pengangguran

Secara umum penyebab pengangguran disebabkan jumlah angkatan kerja ataupun pencari kerja tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Dampak ekonomi dari pengangguran pendapatan masyarakat dan negara akan turun dan berkurang. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi daya beli termasuk roda perekonomian. Kondisi tersebut dapat berpengaruh pada pendapatan perkapita negara.

Ketika pengangguran semakin bertambah, pemerintah serta pihak pemangku kepentingan lainnya tidak dapat melaksanakan secara maksimal. Atau tidak dapat melaksanakan kebijakan-kebijakan dalam memperluas lapangan kerja. Hal tersebut tentu akan dapat menimbulkan gejolak sosial, keamanan, politik.

Lihat saja kondisi saat jumlah pengemis, pengamen makin hari makin meningkat. Termasuk yang dinamakan preman mulai dari perbuatan pelaku maupun munculnya kelompok kriminal-kriminal lainnya sangat meresahkan masyarakat. Termasuk para pelaku usaha dan kegiatan bisnis cukup terganggu dengan hal tersebut.

Ketika angka pengangguran semakin tinggi dan naik secara  berkepanjangan akan membawa dampak seperti yang baru disebutkan di atas. Salah satu penyebabnya, antara lain aparatur pemerintah tidak maksimal menjalankan kebijakan dalam memperluas lapangan kerja.

Terutama karena euforia otonomi daerah telah berjalan selama kurang lebih 11 tahun lebih. Sebagian besar dijabat atau diisi oleh orang yang bukan ahlinya. Dengan kata lain bukan ditempatkan pejabat teknis yang ahli dalam bidang ketenagakerjaan. Alasan klasiknya adalah berkaitan dengan keterbatasan akan Sumber Daya Manusia. Hasilnya jabatan-jabatan dalam bidang ketenagakerjaan khususnya dalam perluasan kesempatan kerja dan penempatan kerja diisi oleh orang yang bukan pakarnya. Akan tetapi, lebih pada kepentingan politik dan balas jasa atau sebab-sebab lainnya.

Secerca Harapan untuk Konstitusi

Pasal konstitusi dalam Republik Indonesia secara jelas menyebutkan bahwa: Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. (Pasal 27 ayat 2 UUD 1945). Selanjutnya hal tersebut ditegaskan kembali melalui pasal 31 perundangan ketenagakerjaan yaitu Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003, tentang Ketenagakerjaan.

Dalam kaitan hal tersebut termasuk institusi penyelenggara negara terkait. Sebagai contoh, masih ada pungutan dana administrasi untuk pencari kerja atau pengangguran. Baik yang ingin bekerja di dalam negeri maupun di luar negeri.

Kemudian mereka harus mendapat surat keterangan kelakuan baik dan bebas narkoba juga harus membayar. Pencari kerja (penganggur) di negara maju atau diketahui bahwa para penganggur itu justru mendapatkan bantuan berupa subsidi. Tidak menganggap mereka itu sebagai objek untuk mendapatkan keuntungan melalui pungutan liar atau mekanisme pungutan lainnya yang seolah dibenarkan/legal.

Demikian juga pemangku kepentingan lain seperti para pelaku usaha juga dapat melakukan atau membuat peluang pengangguran semakin meningkat. Misalnya dengan melakukan hubungan kerja (kontrak kerja) dengan buruhnya yang tidak sesuai peraturan yang ada (persyaratan pasal 59, Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003), atau dengan melakukan hubungan kerja hanya untuk jangka waktu musiman. Misalnya pekerja atau buruh tanam dan panen tebu serta kelapa sawit. Kehidupan mereka terakhir ini tidak memiliki jaminan kerja. Setelah kontrak habis ataupun musim tanam/panen selesai mereka menjadi penganggur lagi (seasonal un employment). Selain itu, kondisi dan syarat untuk mendapatkan pekerjaan jauh berbeda dari pekerja tetap/bulanan. Padahal kondisi tersebut sangat tidak dibenarkan oleh perundangan ketenagakerjaan.

Parameter Tingkat Keberhasilan

Berpacu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mengundang para investor baru juga harus diimbangi dengan pelayanan birokrasi yang efektif dan efisien. Birokrasi yang tidak efisien tersebut dapat dikatakan merupakan perwujudan dari pengangguran terselubung (Disguised Unemployment). Dimana pengangguran terselubung yang didefinisikan: adalah tenaga kerja yang tidak dapat bekerja secara optimal, karena alasan tertentu. Misalnya pekerjaan yang membutuhkan tenaga dua orang, akan tetapi dikerjakan lima orang.

Jika hal tersebut masih terus terjadi dapat membuat para investor cenderung membatalkan inverstasinya. Atau paling tidak berpikir lagi untuk berinvestasi. Tentu saja akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan upaya dalam mengatasi angka pengangguran semakin besar.

Harus selalu diingat jika salah satu indikator atau tolak ukur keberhasilan pembangunan yang dilakukan pemerintah berkurangnya jumlah pengangguran, bukan sebaliknya. Ketika jumlah pengangguran bertambah berarti negara dianggap telah gagal dalam upaya memakmurkan rakyatnya.

Baca Juga :

10 Universitas Terbaik dan Info Beasiswa Luar Negeri

Macam-Macam Narkotika dan Bahayanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *