SMAN 1 Pangkah Gelar Sinau “Paseduluran Tanpa Tepi” bersama Gus Sabrang

mobil travel terbaik
5 Pilihan Mobil Terbaik Untuk Dijadikan Mobil Travel
Maret 4, 2020
ahli deteksi pipa bocor bekasi
Ahli Deteksi Pipa Bocor Bekasi
Maret 11, 2020
gus sabrang

SMAN 1 Pangkah Gelar Sinau “Paseduluran Tanpa Tepi” bersama Gus Sabrang “Noe Letto”

Perayaan Hut Smapang

Jejakpost.com Pangkah – SMAN 1 Pangkah menggelar Sinau Bareng Gus Sabrang  pada hari jum’at 28/02/2020. Acara Sinau Bareng bersama Gus Sabrang atau yang kerap dipanggil “Noe Letto” merupakan rangkaian dari kegiatan Lustrum Ke-tujuh SMAN 1 Pangkah atau smapang.

Acara dimulai sekitar pukul 14.30 WIB dan diawali dengan obrolan dari Mas Aan, salah seorang rekan Gus Sabrang dari Boyolali. Mas Aan mengajak semua yang hadir untuk berkonsentrasi sebelum mengikuti Sinau Bareng.

“Kalau securut kakinya berapa?” tanya Mas Aan kepada para peserta sinau bareng yang dibalas dengan jawaban “empat”. Kemudian Mas Aan menanyakan kembali untuk menguji konsentrasi para peserta “Kalau rongcurut kakinya berapa?”, “Delapan” jawab peserta secara kompak. “Lha ini mau sinau bareng kok gak konsen, syaratnya harus konsentrasi. Lha emang ada hewan rongcurut? Kalau securut itu ada” timpal Mas Aan sambil tertawa.

smapang sinau bareng gus sabrang

Tema Sinau Bareng

Sinau bareng bersama Gus Sabrang di Lustrum Ke-tujuh SMAN 1 Pangkah mengambil tema “Paseduluran Tanpa Tepi”. Untuk memulai sesi sinau bareng, Gus Sabrang menanyakan kepada peserta mengenai tema sinau bareng tersebut. “Di sini ada yang bisa menjelaskan arti dari Paseduluran Tanpa Tepi, silahkan yang berani maju dan menjelaskan artinya”

lustrum ke 7 smapang

Kemudian ada 2 orang siswa SMAN 1 Pangkah yang memberanikan diri untuk tampil ke depan. Salah satunya adalah Farhan. Dengan dialek khas tegalan yang medok dia menjelaskan tentang Paseduluran Tanpa Tepi yang menurutnya adalah tetap bersaudara dengan tidak membedakan latar belakang seperti ras, suku, etnis, warna kulit bahkan keadaan fisik lainnya.

Setelah mendengar penjelasan dari kedua orang siswa tersebut, Gus Sabrang melanjutkan acara Sinau Bareng. Dia mengingatkan bahwa Sinau Bareng merupakan diskusi dua arah. Para peserta yang hadir diberikan kesempatan untuk bertanya, berpendapat atau menyanggah.

lustrum ke 7 sman 1 pangkah

Sesi Tanya Jawab

Salah seorang siswi ada yang menanyakan kepada Gus Sabrang tentang kuliahnya dahulu di luar negeri, “Kalau boleh tahu kenapa Gus Sabrang dahulu lebih memilih kuliah di luar negeri daripada di Indonesia?”. Bagi Gus Sabrang kuliah di luar negeri bukanlah mengenai mutu pendidikan di luar negeri dibandingkan yang ada di dalam negeri. “Saya itu kuliah di luar negeri bukan karena keinginan sendiri. Waktu itu ditantang Bapak (Cak Nun) berani tidak kuliah di luar negeri yang tidak ada orang Indonesia sama sekali. Ya tak jawab berani”

“Kuliah di luar negeri di mana tidak ada orang Indonesia adalah tantangan untuk dapat bermasyarakat dan bersosialisasi dengan lingkungan yang benar-benar baru” imbu Gus Sabrang.

perayaan hut sman 1 pangkah 2020

Tidak ketinggalan, Vocalis dari Grup Band Letto ini juga menyanyikan beberapa lagu seperti Sebelum Cahaya dan Ruang Rindu. Bahkan Gus Sabrang beduet dengan salah seorang siswi SMAN 1 Pangkah menyanyikan lagu Ruang Rindu.

Acara sinau bareng di Lustrum Ke-tujuh Smapang bersama Gus Sabrang ditutup dengan lagu Sebelum Cahaya dan do’a bersama sekitar pukul 16.30 WIB. (wan/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *