Mengenal Sosok Inspiratif Ibnu Sina – Kisah & Sejarahnya

wisata grafika cikole lembang bandung
Wisata Grafika Cikole Lembang yang Wajib Dikunjungi
Februari 17, 2020
dekorasi pernikahan
8 Tema Dekorasi Pernikahan Inspiratif
Februari 17, 2020
Ibnu sina

Mengenal Sosok Inspiratif Ibnu Sina

Ibnu Sina dalam sejarah keilmuan Islam layaknya selebritis, begitu terkenal. Sosok Ibnu Sina, digambarkan sebagai pribadi yang menguasai beragam bidang ilmu. Ibnu Sina merupakan sosok yang dibanggakan dan bagian dari simbol kejayaan peradaban umat muslim dengan kisah yang menginspirasi. Dalam bidang kedokteran dan filsafat, Ibnu Sina merupakan seorang legenda. Dengan keilmuan yang dimiliki oleh Ibnu Sina yang begitu luas dan nyegoro seperti itu, bagaimana proses Ibnu Sina belajar?

Paparan panjang di bawah dari Jejak Post disarikan dari karya Ibnu Abi Usaibiah yang berjudul ‘Uyunul Anba’ fi Thabaqatil Athibba’. Dengan mengutip keterangan Abu Ubaid al Juzjani, yakni rekan kerja Ibnu Sina yang mencatat otobiografi dan riwayat hidupnya.

Kisah Kehidupan Ibnu Sina

Awal kisah Ibnu Sina di benua Eropa dikenal dengan nama Avicenna. Ibnu Sina lahir pada 375 H atau 984 M di daerah bernama Afshana. Letaknya tidak jauh dari daerah Bukhara tempat kelahiran Imam al Bukhari. Kabarnya, ayah Ibnu Sina yang bernama Abdullah bin Al Hasan pernah diangkat menjadi pegawai pemerintahan di sana. Dengan jabatan tersebut memberi privilese tersendiri untuk proses belajar Ibnu Sina. Ayahnya mendatangkan para guru Al Quran dan bahasa setiap harinya. Pada usia sepuluh tahun Ibnu Sina, sebagaimana diakuinya sendiri  sudah dapat menghafal Al Quran dan ahli gramatikal Arab.

Nuh bin Mansur, nama penguasa di mana ayah Ibnu Sina bekerja padanya adalah penguasa Dinasti Samaniyah. Pemerintahan dinasti kecil Samaniyah menginduk pada Dinasti Abbasiyah di Baghdad. Kabarnya, pemerintahan Dinas Samaniyah menganut haluan Islam Sunni. Meski demikian, pada abad 10 sampai 11 aliran Syiah sedang eksis di masyarakat. Ayah Ibnu Sina adalah seorang pengikut sekte Syiah Ismailiah.

Terkait persoalan sekte yang diikuti ayah Ibnu Sina dan juga kakaknya, sering memperkenalkan bagaimana Syiah Ismailiah dianut dan diamalkan. Dalam usia yang cukup belia, Ibnu Sina memiliki beberapa ketidaksepakatan tentang ajaran Ismailiah. Selain tentang aliran Islam yang dianut oleh ayah dan kakaknya juga memperkenalkan filsafat, geometri, dan matematika pada Ibnu Sina.

Harapan Sang Ayah

Ayah Ibnu Sina menaruh harapan agar Ibnu Sina mahir matematika, yang dulu disebut dengan “aritmatika India”. Seorang pedagang sayur yang ahli dalam matematika dipanggil oleh ayahnya untuk mengajari Ibnu Sina tentang  matematika.

Pada suatu waktu, seorang filsuf bernama Abu Abdullah an Natili datang ke Bukhara. Ayah Ibnu Sina mengundangnya ke rumah untuk mengajari anak-anaknya. Tidak terkecuali Ibnu Sina. Selain mulai belajar tentang filsafat kepada An Natili, Ibnu Sina juga secara rutin mempelajari fikih dan ilmu-ilmu ushuluddin. Belajar fikih, sebagaimana disebutkan Ibnu Sina, membuatnya tidak asing dengan metode berpikir dan sikap kritis serta berikut cara-cara memecahkan persoalan.

An Natili sangat terkesan akan kemahiran Ibnu Sina menerima pembelajaran filsafat. Salah satu buku yang sering didiskusikan Ibnu Sina dengan An Natili adalah Isagoge karya dari Porpirius. Ibnu Sina sering memiliki pendapat yang berbeda dengan gurunya tentang isi buku tersebut, bahkan tak segan melakukan kritik dan verifikasi ulang atas pemahaman An Natili. Saking kagumnya, An Natili pun meminta kepada ayah Ibnu Sina agar membuat sang anak ini menyibukkan diri dengan ilmu di masa mudanya.

Pembelajaran filsafat Ibnu Sina maju pesat dan kritis dalam bimbingan An Natili. Bahkan ia mampu menjelaskan persoalan-persoalan filsafat yang rumit secara lebih gamblang dibanding gurunya. Ia mempelajari filsafat secara garis besar dari An Natili, kemudian secara otodidak diperdalamnya dengan kitab-kitab syarah.

Seperti ketika membaca Almagest, An Natili berkata:

Coba pelajari dan selesaikan sendiri kasus dan pahami kesimpulan di dalamnya. Laporkan kepadaku apa yang kamu temukan, nanti akan kuarahkan”.

Sayangnya pada suatu titik setelah melakukan diskusi dengan gurunya, Ibnu Sina merasa gurunya ini kurang ahli memahami buku Almagest. Ketika ada hal sulit disodorkan, makin terlihat bahwa gurunya kurang menguasai persoalan.

Selepas berguru kepada An Natili, Ibnu Sina semakin haus dengan ilmu. Ibnu Sina mulai mempelajari ilmu alam dan metafisika, membaca beragam kanon dan syarahnya. Ibnu Sina berkata, “(Setelah membaca buku-buku itu) luasnya ilmu filsafat seakan terbuka untukku.”

Didorong dengan bahan bacaan melimpah dan menariknya ilmu alam, Ibnu Sina berminat pada ilmu kedokteran. Ibnu Sina membaca ragam buku tentang kesehatan dan anatomi penyakit. Dalam bidang kedokteran tercatat bahwa gurunya bernama Abu Mansur al Hasan bin Nuh al Qumri dan Abu Sahl Isa bin Yahya al Masihi.  Keduanya merupakan dokter di sekitar daerah Bukhara. Didukung dengan kemampuan belajarnya yang luar biasa, Ibnu Sina bahkan berkata tentang belajar ilmu kedokteran,

“Kedokteran bukan ilmu yang terlalu sulit bagiku.”

Ibnu Sina mengaku dapat secara cepat memahami konsep dan detail mengenai ilmu kedokteran. Ibnu Sina bahkan mampu melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajaran maupun praktikal.

Pada usianya yang belia saat berusia 16 tahun, Ibnu Sina mulai mengobati pasien. Kemudian Ibnu Sina banyak mendapatkan pengalaman klinis. Selain itu, Ibnu Sina mendapatkan ilmu pengobatan yang belum pernah ia baca sebelumnya.

Ilmu dan Cara Belajar Ibnu Sina

Kapasitas ilmu dan cara belajar Ibnu Sina mungkin bisa kita anggap luar biasa. Ibnu Sina mengaku jarang tidur di malam hari. Pada siang harinya digunakan Ibnu Sina untuk fokus belajar dan melayani orang yang sakit. Terlepas dari Ibnu Sina yang mulai berprofesi sebagai dokter, Ibnu Sina juga tetap terus membaca karya-karya filsafat dengan tekun.

Ibnu Sina mengaku membuat tips ketika bertemu pernyataan yang susah dipahami, maka Ibnu Sina mencoba membuat rumusan ulang di kertas lainnya. Dengan harapan masalahnya akan lebih rapi. Barangkali akan ada solusi setelah suatu permasalahan dicatat dan dirumuskan ulang. Mudahnya, metode ini penting digunakan untuk memahami ilmu logika serta rumitnya filsafat.

Tiap malam Ibnu Sina sibuk menulis dan membaca. Ketika Ibnu Sina sedang suntuk dan ngantuk, Ibnu minum secawan minuman hingga mampu mengembalikan energi untuk membaca.

Beberapa penerjemah menyebutkan minuman penghilang kantuk itu adalah anggur atau wine. Kalau memang sudah mengantuk, bacaan dan konsep yang tidak dia pahami itu bisa sampai terbawa mimpi.

Keilmuan Ibnu Sina

Luasnya keilmuan Ibnu Sina juga tidak lepas dari kedekatannya dengan penguasa. Suatu ketika, gubernur Nuh bin Mansur seorang penguasa Samaniyah, sedang sakit. Para dokter kebingungan untuk mengobatinya. Ibnu Sina yang terkenal sebagai orang yang menguasai banyak bidang ilmu turut dipanggil untuk menangani penyakit sang raja. Ibnu Sina kemudian diangkat juga menjadi dokter penguasa.

Dari kedekatan dengan penguasa Ibnu Sina memiliki akses perpustakaan kerajaan. Ibnu Sina menelaah banyak sekali berbagai ragam bidang ilmu, merentang dari hukum, sastra, sampai ilmu alam. Termasuk buku-buku kuno dan asing yang belum pernah diketahuinya.

Ibnu Sina tidak hanya berkutat pada buku diktat dan kanon saja. Ia rajin mendokumentasikan pengamatan dan penelitiannya. Praktek dan pengalamannya dalam bidang kedokteran banyak dicatatkan dalam buku Al Qanun fit-Thib.

Sebagai contoh, bagaimana Ibnu Sina mendiagnosis penyakit ginjal pasiennya dengan berdasarkan warna urin. Atau parahnya gangguan perncernaan dari wujud tinja orang yang sakit. Ibnu Sina juga mendokumentasikan beragam terapi yang sudah dilakukannya pada pasien-pasiennya.

Maka pantaslah diakui, pencapaian Ibnu Sina terutama dalam bidang medis dan filsafat. Keduanya tidak lepas dari mudahnya akses sumber ilmu pengetahuan, kecanduan belajar, dan ketekunannya untuk menguraikan dan mencatat penemuannya. Terlepas dari karunia kecerdasan berlebih. Semoga dari kisah dan proses belajar Ibnu Sina yang luar biasa ada beberapa hal yang dapat menginspirasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *