Plus-Minus Makanan Cepat Saji atau Fast Food

macam macam narkotika dan bahayanya
Macam-Macam Narkotika dan Bahayanya
Februari 17, 2020
cara memilih catering aqiqah yang sehat
Cara Memilih Catering Aqiqah yang Sehat
Februari 18, 2020

Plus-Minus Makanan Cepat Saji atau Fast Food

Keuntungan dan kerugian dari makanan cepat saji dibahas dalam artikel yang akan dibahas oleh Jejak Post. Walaupun makanan cepat saji dapat menghemat waktu dan upaya memasak makanan sendiri di rumah, akan tetapi harus diingat bahwa konsumsi berlebihan makanan cepat saji dapat merusak kesehatan tubuh dan menyebabkan beberapa penyakit.

Sudah lebih dari 13.000 restoran McDonald yang ada di Amerika Serikat. Dan, lebih dari 8000 outlet KFC di 80 negara dan jumlahnya akan terus bertambah. Hal tersebut hanya menunjukan popularitas makanan cepat saji di seluruh dunia.

Makanan Cepat Saji

Makanan yang disiapkan dan disajikan secara cepat-cepat disebut juga sebagai ‘fast food’. Jenis makanan fast food sudah melekat dan menjadi bagian gaya hidup ke dalam kehidupan serba cepat dari individu yang bekerja. Terlebih lagi mereka yang memiliki jadwal yang padat.

Akan tetapi, mereka yang menentang makanan cepat saji juga ada. Mereka menyoroti tentang efek buruk yang telah disebabkan oleh fast food pada kesehatan tubuh. Meskipun dipenuhi perdebatan tentang kelebihan dan kekurangan yang dimiliki makanan cepat saji, industri fast food tetap berkembang secara pesat di berbagai negara. Apakah makanan cepat saji atau fast food baik atau buruk bagi kesehatan? Mari simak ulasan tentang makanan cepat saji dari Jejak Post!

Keuntungan dari Makanan Cepat Saji atau Fast Food

Hak yang paling jelas keuntungan dari fast food adalah menghemat waktu terutama waktu untuk bersantap makanan. Kondisi kehidupan sekarang yang serba cepat, tidak ada pilihan lebih baik daripada memilih makanan siap saji. Tidak peduli seberapa banyak koki yang memuji manfaat makanan segar, pada jam pulang kantor, ketika seseorang pulang ke rumah dalam keadaan lelah dan lapar, pizza atau burger dapat dijadikan pilihan utama untuk makan malam.

Selain harus berkutat waktu di dapur, memasak makanan juga mengharuskan seseorang untuk melakukan berbelanja bahan makanan dan masakan ke supermarket untuk memasak hidangan. Kemudian sebelum dimasak, semua bahan masakan harus melalui beberapa proses seperti mencuci dan mengupas. Hal tersebut membuat makanan fast food lebih menjadi pilihan daripada memasak makanan sendiri bagi individu yang sangat sibuk.

Tidak hanya hemat waktu, penghematan biaya membuat fast food unggul atas makanan yang dimasak di dapur. Jika seseorang tinggal seorang diri, maka lebih murah dan praktis untuk membeli makanan di supermarket daripada memasak di rumah. Beberapa makanan cepat saji tertentu seperti kentang goreng dan burger memiliki harga cukup terjangkau.

Fast food tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan. Akan tetapi, jika berhati-hati konsumen dapat menemukan beberapa pilihan makanan pada menu dari restoran fast food yang dapat menyehatkan.

Pilihan Cerdas dan menyehatkan

Salad adalah pilihan cerdas dan menyehatkan. Pilih produk roti yang terbuat dari roti gandum. Pilihlah daging yang tanpa lemak. Jika konsumen bisa memilih antara pilihan makanan yang digoreng dan direbus, lebih baik pilih yang makanan yang direbus.

Hindari mengkonsumsi minuman yang karbonat sebagai minuman saat haus. Lebih baik memilih jus buah, susu rendah lemak, diet soda. Apakah ada minuman yang lebih baik daripada air biasa untuk menghilangkan rasa haus? Saat ini, informasi nutrisi dari makanan yang disajikan (dan bahan yang digunakan) ditampilkan di dalam menu kartu.

Konsumsi selalu bisa beralih pada pilihan fast food jenis tertentu yang ditawarkan. Di mana konsumen dapat membatasi penggunaan bahan-bahan makanan dan minuman yang tidak sehat. Sebagai hidangan penutup tidak memainkan peran yang penting dalam menu makanan cepat saji. Konsumsi dapat menahan diri dari menu hidangan yang manis seperti es krim yang lezat dan menggoda.

Kerugian dari Makanan Cepat Saji atau Fast Food

Umumnya fast food kaya akan kandungan kedelai, lemak, gula, minyak, daging goreng, garam, keju, mayones dan jelas kalori. Kerugian terbesar dari fast food terletak pada efek buruk yang dapat ditimbulkan pada kesehatan seseorang. Hal Ini merupakan fakta bahwa fast food lebih tidak sehat daripada makanan rumahan. Fast Food mengandung jumlah yang lebih tinggi nutrisi yang tidak diinginkan seperti garam, jenis lemak dan berbagai zat aditif atau bahan kimia buatan. Zat-zat tersebut mungkin mengandung bakteri berbahaya juga bagi kesehatan.

Proses penggorengan dapat menghancurkan sebagian besar nutrisi penting dari makanan. Jumlah yang sangat kecil dari sayuran dan buah biasanya ada dalam fast food. Selain itu, fast food ‘melayani porsi yang lebih besar’ ketika kebanyakan orang tidak perlu menambah porsi telah menyebabkan beberapa masalah pada kesehatan.

Konsumen memerlukan sedikit garam untuk menjaga kesehatan sel-sel dan jaringan. Makanan cepat saji justru kaya garam yang berakibat buruk pada kesehatan jantung dan kesehatan secara keseluruhan dari tubuh. Jenis makanan tersebut merupakan penyebab utama untuk masalah obesitas pada penduduk di Amerika. Obesitas terus meningkat angkanya dan kaitannya langsung  merujuk antara makanan cepat saji dan obesitas pada anak-anak.

Faktor Gaya Hidup

Mengingat gaya hidup yang dijalani saat ini, kelebihan lemak dan kalori yang diambil dari fast food tidak digunakan sepenuhnya. Hasilnya tentu makanan seperti fast food ini menumpuk dalam tubuh sebagai timbunan lemak. Timbunan lemak inilah yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti penyakit jantung dan penyakit terkait lainnya dari hati.

Penderita obesitas beresiko mendatangkan masalah lain seperti penyakit tekanan darah tinggi dan penyakit sendi. Hal ini seperti efek domino yang dipicu oleh fast food. Apalagi ditambah oleh gaya hidup yang semakain tidak sehat. Bahkan, sebuah penelitian terbaru telah memperlihatkan bahwa orang yang tinggal dekat dengan restoran fast food memiliki resiko 13% lebih tinggi untuk menderita stroke dibandingkan dengan mereka yang tinggal dengan jarak yang cukup jauh.

Semakin besar jumlah makanan dipesan di sebuah restoran fast food, artinya maka semakin besar jumlah tagihan. Makan fast food di gerai makanan cepat saji memang ekonomis, tapi hanya untuk satu orang saja. Pergi keluar dan berencana makan fast food bersama dengan keluarga sekali-sekali tidak akan menjadi masalah. Akan tetapi, sering berkunjung ke restoran cepat saji dengan keluarga besar juga dapat menyebabkan masalah pada isi dompet, selain menjadi tidak sehat juga tidak sehat bagi keuangan.

Akibat Dari Makanan Cepat Saji

Mengkonsumi Fast food juga dapat menjadi faktor yang membuat sejumlah keluarga menghabiskan waktu makan bersama semakin berkurang. Waktu makan bersama keluarga merupakan hal yang dianggap sebagai kesempatan untuk semua anggota untuk berkumpul dan berbagi cerita mereka. Akan tetapi, munculnya pusat fast food dengan cepat mulai mengkikis waktu yang berkualitas bagi keluarga. Hal tersebut terjadi khususnya bagi anak muda. Sebuah gerai fast food adalah tempat yang baik dan nyaman untuk sekedar “nongkrong” bersama teman-teman mereka.

Fast food merupakan penemuan dalam bidang kuliner pada zaman modern. Makanan siap pakai yang disajikan cepat dan tepat di depan mata seperti semacam berkah setelah sebelumnya bekerja keras seharian. Akan tetapi, mengutip beberapa poin tentang keuntungan dari fast food bukan berarti bahwa menolak kekurangannya. Hal Ini adalah fakta bahwa jumlah lemak yang tinggi dan garam di dalam fast food yang meningkatkan resiko tentang efek buruk terhadap kesehatan. Namun, dengan membuat beberapa cara yang cerdas ketika memilih fast food dan juga beralih ke gaya hidup yang sehat, tentunya dapat meminimalkan efek buruk dari fast food.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *