Bata Merah | Proses Pembuatan Dan Jenisnya

Kampung Arab di Indonesia
Deretan Kampung Arab di Indonesia – Wisata Ala Timur Tengah
Januari 30, 2020
Proses Pembuatan Batu Bata

Proses Pembuatan Bata Merah

Setiap orang pasti menginginkan bangunan rumah yang nyaman, indah dan tentunya dapat bertahan dalam waku yang lama. Untuk mewujudkan rumah idaman hal yang paling utama adalah memilih bahan bangunan yang berkualitas. Dengan anggaran yang terbatas, pilihan material yang dapat digunakan adalah bata merah.

Bata merah menawarkan kelebihan yang harus diketahui. Berikut ini adalah artikel mengenai Bata Merah dari Jejak Post.

Sejarah Batu Bata Merah

Tercatat bahwa batu bata merah pertama kalinya dibuat oleh manusia Sekitar 8000 tahun SM. Hal tersebut dikuatkan dengan penemuan reruntuhan bangunan masa peradaban Babilonia yang berdiri sekitar 4000 tahun SM. Seiring berjalannya waktu batu bata merah kemudian digunakan sebagai material bangunan hingga ke berbagai penjuru dunia.

Di Indonesia bata merah sudah digunakan sejak zaman peradaban kuno. Hal tersebut terbukti dari keberadaan candi yang sudah menggunakan bahan bata. Mayoritas candi tersebut terletak di Provinsi Jawa Timur dan dibuat pada zaman Kerajaan Majapahit (1293-1500 M). Ada dugaan bahwa keahlian masyarakat dalam mencetak dan membuat batu bata diperoleh dari para pendatang seperti pedagang dari India, Tiongkok hingga Gujarat.

 


Proses Pembuatan Batu Bata Merah

Untuk membuat bata merah dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu manual dengan tenaga manusia dan otomatis yang sudah menggunakan tenaga mesin. Walaupun mesin pencetak bata sudah semakin banyak, tetap masih ada saja masyarakat di kawasan pedesaan yang tetap bertahan memproduksi batu bata secara manual. Usaha ini biasanya berubah menjadi industri rumahan turun temurun. Hal inilah yang menyebabkan produsen bata merah lebih mudah ditemukan di mana saja. Bagaimana cara membuat Bata Merah? Berikut penjelasannya dari Jejak Post di bawah ini:

  1. Tanah liat dihaluskan dengan baik dengan menggunakan cangkul maupun alat lainnya kemudian disiram dengan air hingga menjadi adonan yang lebih lembek.
  2. Adonan tanah liat lembek tersebut kemudian diinjak-injak dengan kaki hingga berubah menjadi lempung sehingga lebih mudah untuk dicetak dan dipadatkan.
  3. Selanjutnya cetakan diberi sedikit taburan abu. Hal tersebut untuk mencegah adonan batu bata menjadi lengket ketika sudah mengering.
  4. Lempung kemudian dituangkan ke dalam cetakan dan ditusuk-tusuk agar padat tanpa adanya ruang udara atau gelembung udara di dalam adonan bata tersebut
  5. Selanjutnya menunggu proses pengeringan batu bata. Pada umumnya dilakukan di tempat teduh yang terbuka, tapi terhindar dari sinar matahari langsung dan hujan. Proses ini dapat berlangsung selama satu minggu agar batu bata menjadi kering dan siap dibakar.
  6. Setelah bata kering, selanjutnya batu bata masuk pada proses pembakaran. Pembakaran batu bata dilakukan di dalam tungku pembakaran dengan bahan bakar kayu. Batu bata yang akan dibakar juga disusun sedemikian rupa dan dibakar dengan sekam padi agar panas merata. Proses pembakaran batu bata membutuhkan waktu mulai 5 sampai 8 hari tanpa jeda.

Selain menggunakan metode manual, produksi bata merah juga dapat dilakukan dengan cara mekanis. Dengan bantuan mesin cetak bata mampu menghasilkan sekitar 2500 bahan batu bata tiap jamnya yang siap masuk proses pembakaran.

Jenis-jenis Bata Merah dari Mesin Otomatis

  1. Bata Merah Press

Bata Merah Press merupakan bata merah yang dibuat dengan mesin press secara mekanis. Sehingga menghasilkan bata merah yang padat dan presisi. Dengan proses pembakaran dengan tingkat kematangan yang baik membuat bata merah press semakin tahan lama.

  1. Bata Merah Expose

Bata Expose atau bata cantik hadir dengan varian coraknya yang cantik sehingga dapat digunakan sebagai dekorasi tambahan pada dinding bangunan. Desain Bata Expose dapat disesuaikan dengan tema bangunan yang akan dibangun. Permukaan merah expose lebih halus sehingga memudahkan untuk merekatkan dengan adonan semen.

  1. Bata Tempel

Bata yang satu ini memiliki tingkat kepadatan bata yang cukup baik, serta memiliki permukaan yang lebih halus. Selain itu, ukuran volumenya juga sedikit lebih berat dibandingkan batu bata pada umumnya. Ini yang membuat batu bata tempel memberikan kesan artistik, dibandingkan batu bata biasa. Untuk ukuran batu bata tempel ini sendiri sebenarnya cukup standar, yaitu sekitar 20 x 10 x 5 cm, beratnya antara 1,6 – 1,8 kg. Dengan ukuran tersebut tentunya tidak sulit untuk mengaplikasikan bata ini di dinding rumah Anda.

Kelebihan Batu Bata Merah

Bata Merah memiliki beberapa kelebihan yang menjadikannya pilihan utama sebagai bahan bangunan. Berikut adalah kelebihan bata merah :

  1. Lebih awet dan kuat dibanding batako. Hal ini karena proses pembuatan bata merah melalui proses pembakaran dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang lama.
  2. Dimensi yang lebih kecil dibanding batako membuat bata merah lebih mudah diangkut.
  3. Proses pemasangan bata merah lebih familiar untuk tukang bangunan.
  4. Batu bata terkenal lebih baik dalam penyesuaian suhu ruangan. Hal tersebut yang menjadikan rumah dengan dinding bata merah terasa lebih nyaman
  5. Untuk beberapa jenis batu bata memiliki kemampuan tahan terhadap api
  6. Penguunaan bata merah tidak membutuhkan perekat dengan bahan khusus
  7. Penggunaan bata merah mengurangi resiko dinding mengalami retak rambut

Selain memiliki kelebihan, bata merah juga tetap memiliki beberapa kekurangan. Untuk mengatasi kekurangan dari bata merah ada beberapa cara untuk mengatasinya sebagai berikut:

  1. Untuk merekatan antar bata membutuhkan campuran semen dan pasir lebih banyak setidaknya dengan tingkat ketebalan sekitar 2 cm
  2. Batu bata perlu direndam air terlebih dahulu sebelum siap dipasang
  3. Dengan perekat semen yang berkualitas menjadikan dinding dengan bata merah menyerap air dengan pertambahan berat yang tak lebih dari 20% berat awalnya


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *