Sejarah Pizza di Negeri Menara Pisa – Italia

Konsep tuhan dalam etimologi aksara jawa
Konsep Tuhan dalam Etimologi & Filosofi Aksara Jawa
Februari 19, 2020
makna tembang macapat
Filosofi Dibalik Makna dan Urutan Tembang Macapat
Februari 19, 2020
Sejarah Pizza Italia

Sejarah Pizza di Negeri Menara Pisa – Italia

Karena memiliki porsi yang relatif besar, maka pizza sering menjadi menu favorit untuk makan saat berkumpul bersama. Meski Pizza memiliki banyak peminat, tidak banyak orang yang mengetahui sejarah makanan asal Italia ini. Artikel dari Jejak Post ini akan membahas sejarah pizza dengan lebih detail dan informasi tentang pizza lain yang dapat bermanfaat untuk para pembaca Jejak Post.

Sejarah Pizza

Sebagaimana yang diketahui pizza adalah jenis kuliner yang berasal dari Italia. Pizza merupakan makanan dengan roti bundar dan berbentuk pipih yang dipanggang di dalam oven. Pizza disajikan dengan lumuran saus tomat dan keju. Dengan topping pilihan seperti daging sapi, daging ikan, telur ikan dan sosis. Mulanya, pizza yang dibuat dahulu berbeda dengan pizza seperti saat ini. Walaupun berasal dari Italia, akan tetapi sebenarnya orang Yunani justru yang pertama kali membuat makanan berjenis roti yang berukuran besar.

Ketika itu orang Yunani yang membuat adonan roti besar berbentuk bulat dan rata dengan tambahan campuran rempah dan minyak. Akan tetapi, roti besar tersebut tidak menggunakan tomat. Pada abad ke 18, jenis roti besar yang berbentuk bulat dan pipih ini mulai dijual di Italia dengan nama ‘pizza’. Ketika itu, pizza dijualkan di pinggir jalan dan pasar tanpa toping apa pun. Pizza hanya sebuah roti besar seperti roti tawar. Karena harganya yang murah, pizza menjadi makanan utama masyarakat miskin di Naples, Italia.

Pada tahun 1889, Ratu Magherita mengadakan kunjungan kerajaan ke daerah Naples. Ketika itulah Ratu Magherita melihat banyaknya penjual roti pizza di jalan dan tertarik untuk membelinya. Sang ratu ternyata menyukai makanan ini. Akan tetapi, pihak istana tidak menyukai hal tersebut karena pizza dianggap hanya makanan untuk kalangan miskin dan tidak pantas dikonsumsi anggota kerajaan.

Karena kesukaannya pada Pizza, Ratu Magherita memanggil salah satu koki pembuat pizza terkenal yang bernama Rafaelle Esposito. Sang ratu kemudian menyuruh untuk membuatkannya pizza spesial. Esposito akhirnya membuat 3 macam pizza yang diberi nama Mastunicola, Marinara dan Margherita. Pizza mastunicola adalah sebuah pizza dengan toping keju dan basil. Sementara pizza marinara adalah pizza dengan toping tomat, minyak oregano dan bawang putih.

Sejarah Pizza Magherita

Untuk pizza terakhir buatan Rafaelle Esposito membuat pizza yang lebih spesial. Dengan adanya toping tomat, minyak, keju mozarella dan basil. Toping pizza ini memiliki warna merah, putih dan hijau yang merupakan warna bendera Italia. Ratu Margherita dan Kaisar Italia Umberto I menyukai pizza terakhir buatan Espasito ini. Oleh karena itu, Pizza tersebut diberi nama sesuai dengan nama sang ratu. Setelah itu, Pizza Margherita dengan toping keju dan tomat menjadi makanan yang populer di Italia.

Setelah munculnya Pizza Margherita, Pizza tidak lagi menjadi makanan yang identik untuk rakyat miskin. Akan tetapi, Pizza telah menjadi makanan umum yang di konsumsi oleh berbagai kalangan di Italia. Setelah populer, berbagai topping Pizza kemudian bermunculan sesuai dengan kreasi dan inovasi dari masing masing daerah di Italia. Sejak saat itu juga, Naples dikenal sebagai ibukota Pizza dunia. Hal tersebut karena menjadi cikal bakal Pizza yang terkenal saat ini. Karena ini juga Italia memiliki sebutan sebagai sebagai negeri Pizza.

Ada juga sumber sejarah lain yang membuktikan bahwa Pizza sebenarnya lebih dahulu populer di daerah Lazio Italia. Sebuah catatan menyebutkan bahwa Pizza dijadikan makanan untuk uskup pada Hari Natal dan Paskah di gereja di Gaeta, Lazio. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 997 Masehi. Artinya peristiwa tersebut terjadi sebelum adanya kunjungan Ratu Margherita ke Naples. Akan tetapi sampai saat ini pizza Naples lah yang terkenal hingga kini dengan jenis Pizza Neapolitan.

Untuk Pizza Margherita Naples memilki standar baku untuk pembuatannya. Di mana Pizza Margherita harus memiliki kalori sebesar 149,97 per 100 gram dan harus dibuat dengan bahan dan jumlah tomat, keju mozarella dan garam yang tepat. Pizza harus dimasukkan ke dalam oven dengan bahan bakar kayu pada suhu 485 derajat celcius. Hal tersebut yang membuat Pizza Magherita terkenal di Italia dan seluruh dunia.

Jenis Pizza

Setelah kemunculan Pizza di Italia, Pizza terus berkembang ke negara negara lain. Dengan kreasi topping dan rasa yang beraneka ragam. Saat ini Pizza dikenal sebagai roti besar yang berbentuk pipih bulat yang dipanggang di dalam oven. Roti Pizza ini dibuat layaknya adonan roti pada umumnya. Dengan bahan tambahan seperti mentega, bawang putih, wijen atau rempah rempah lainnya. Pizza dilumuri dengan saus tomat pada bagian atasnya, keju dan berbagai topping. Berikut adalah berbagai jenis topping dan pelengkap dalam sajian pizza yang berhasil dirangkum Jejak Post:

Saus Tomat

Saus tomat yang digunakan untuk dasar dari pizza biasanya terbuat dari pure tomat, minyak zaitun atau olive oil, bawang putih, bawang bombai, daun basil, daun oregano dan bumbu tambahan lainnya seperti garam, gula dan merica.

Keju

Terdapat dua jenis keju yang umumnya digunakan dalam sajian pizza, yakni keju mozarella dan keju parmesan. Keju mozarella merupakan keju dengan jenis yang lunak asal Italia. Keju jenis ini diambil dari susu kerbau liar. Mozarella memiliki kandungan 22% lemak dan memilki karakteristik dapat meleleh saat dipanggang. Tekstur meleleh dari mozarella inilah yang membuat ciri khas sebagai bagian dari pizza.

Sementara keju Parmesan merupakan sebuah jenis keju yang memiliki tekstur keras dan berwarna kuning. Keju Parmesan memliki bentuk silinder dan berasal dari Parma, Italia. Parmesan memiliki aroma yang relatif lebih tajam daripada jenis keju lain. Hal tesebut karena keju Prasmenan mengalami proses pemeraman yang cukup lama, yakni sekitar 14 sampai 48 bulan. Parmesan memiliki kandungan lemak sebesar 24%. Keju parmesan biasanya diparut dan digunakan sebagai taburan di Pizza.

Topping

Topping yang digunakan di pizza jenisnya sangat beragam. Untuk daging dan sosis umumnya Pizza dilengkapi salami, pepperoni, ham, bacon. Ada juga pizza yang menggunakan daging ayam atau pun seafood sebagai toppingnya. Pizza juga memiliki topping lainnya seperti nanas, minyak zaitun, basil, jamur, dan sayuran seperti paprika, bawang bombay dan lainnya. Jenis topping pada Pizza sangat beragam sesuai dengan kreasi daerah tempat pizza tersebut dijual. Pada umumnya terdapat beberapa jenis pizza yang cukup terkenal. Pizza tersebut dijadikan standar pizza yang saat ini dijual di dunia. Beberapa jenis pizza tersebut diantaranya:

  • Pizza Sisilia.
  • Pizza Chicago.
  • Pizza California.
  • Pizza Hawaii.
  • Pizza St. Louis.
  • Pizza Greek / Yunani.
  • Pizza Detroit.
  • Pizza Meksiko.
  • Pizza Neapolitan.
  • Pizza New York.
  • Pizza New Haven.

Sebenarnya ada banyak lagi jenis pizza lainnya yang terkenal dan banyak dijual di dunia yang tidak  bisa disebutkan semuanya. Di indonesia, jenis pizza juga sangat beragam dengan pilihan saus yang berbeda. Termasuk dengan kreasi Pizza varian rasa lokal. Pizza memang sangat bergantung dari kreasi dan inovasi pembuatnya yang terinspirasi dari kuliner dan budaya setempat.

Kandungan Gizi Pizza

Tidak hanya tentang sejarah Pizza. Kandungan dan nilai gizi pada Pizza juga penting untuk diperhatikan. Pada umumnya, Pizza dapat menjadi sumber gizi yang baik bagi tubuh. Apabila dikonsumsi secara seimbang dengan kebutuhan tubuh.

Kandungan pizza dipengaruhi oleh adonan roti yang menjadi dasarnya. Adonan roti dasar pizza ini juga disebut dengan crust. Kandungan Pizza hampir 90 persennya adalah adonan crust dengan topping yang beragam dan bergantung pada jenis pizza. Roti tersebut menjadi sumber karbohidrat utama dari pizza. Karbohidrat dalam Pizza berasal dari kandungan tepungnya. Kandungan karbohidrat dalam Pizza ini cukup tinggi. Sehingga dapat menjadi pilihan alternatif kebutuhan karbohidrat harian sebagai pengganti nasi atau pun mie.

Sementara untuk kandungan protein dapat diperoleh dari daging atau seafood yang menjadi topping Pizza. Karena topping Pizza yang beragam, maka kandungan gizinya pun akan semakin beragam tergantung pada jenis topping yang digunakannya. Topping Pizza dapat berupa daging sapi, ayam, kalkun, ikan atau telur. Tentunya topping tersebut dapat menjadi sumber protein dan juga sumber vitamin serta zat besi yang baik bagi tubuh.

Kandungan Topping Pizza

Topping Pizza juga dapat berupa sayuran. Sayuran mengandung beta karoten yang dapat diubah menjadi vitamin A oleh tubuh dan vitamin C, folat, magnesium, kalium. Ada juga kandungan vitamin lain seperti B1, B3, B6 dan lainnya. Jika topping Pizza kebetulan dari buah, maka kandungan gizinya dapat berupa zat karotenoid, vitamin C, folat, kalium, serat dan fitonutrien.

Bagian lain yang harus diperhatikan adalah keju. Keju merupakan sumber lemak utama dari Pizza. Keju mozarella memiliki kandungan lemak sebanyak 22%. Sementara untuk keju parmesan mengandung 24% lemak.

Batas konsumsi keju yang disarankan adalah sejumlah 57 gram untuk satu minggu. Bagian keju inilah yang harus dikendalikan dalam konsumsinya. Usahakan jangan memakan pizza yang mengandung terlalu banyak keju tanpa adanya sayuran atau buah.

Bila memakan Pizza dengan banyak keju, segera imbangi asupan gizi dengan memakan salad sayuran, buah atau pun sup. Alternatif lainnya, dapat memiilih keju dengan kandungan lemak yang rendah atau bahkan bebas lemak sama sekali. Dapat juga memilih keju dari kedelai atau almond sebagai alternatif.

Bila konsumsi Pizza tidak diatur dengan baik. Pizza dapat menjadi faktor penyebab obesitas, kolesterol tinggi dan hipertensi. Maka dari itu, sangat disarankan untuk memakan pizza sesuai dengan kebutuhan kalori tubuh saja. Hal tersebut karena Pizza umunya memiliki porsi yang besar. Selalu ingat untuk membatasi diri. Makan sesuai dengan porsinya. Jika diatur dengan baik, Pizza mampu menjadi sumber gizi yang sesuai untuk tubuh.

Pizza memang menjadi salah satu makanan yang sangat menarik untuk dibahas. Pizza memiliki sejarah yang panjang. Hingga saat ini masih ada perdebatan antar para ahli sejarah mengenai sejarah awal penemuan Pizza. Bagaimana Pizza dapat populer dan menyebar sampai saat ini. Pizza memang selalu menarik baik untuk dijadikan topik pembicaraan maupun sebagai makanan dimakan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *