Siapa saja Sedulur Papat Kalimo Pancer manusia?

produk unggulan pt pindad
Lima Produk Unggulan dari PT PINDAD
Februari 24, 2020
wana wisata clirit view tegal
Spot Instagramable Wana Wisata Clirit View – Tegal
Februari 25, 2020
sedulur papat kalimo pancer

Siapa saja Sedulur Papat Kalimo Pancer manusia?

Sedulur Papat Kalimo Pancer dimulai ketika seseorang masih di dalam kandungan atau gua garba seorang ibu. Di dalam rahim terdapat empat komponen utama yang berperan untuk menunjang kehidupan sang janin. Antara lain ari ketuban, ari-ari, darah dan pusar. Air ketuban berperan untung menjaga si jabang bayi dan meredam benturan. Ari-ari berfungsi untuk menyerap sari-sari makanan dari tubuh sang ibu. Sedangkan tali pusar berperan sebagai saluran darah untuk mengantarkan sari-sari makanan yang sudah diserap oleh ari-ari ke dalam tubuh sang bayi.

Sedulur Papat Kalimo Pancer

Air ketuban yang keluar terlebih dahulu disebut dengan nama kakang kawah. Letak kakang kawah berada di sebelah timur dan memiliki warna putih. Plasenta yang keluar setelah bayi lahir disebut dengan adi ari-ari. Adi ari-ari memiliki warna kuning dan tempatnya di barat. Darah yang keluar saat bayi lahir disebut dengan ponang getih. Letak ponang getih  tempatnya berada di selatan dan berwarna merah. Terakhir, keluarlah pusar yang berwarna hitam dan terletak di utara. Keselurahnnya disebut dengan sedulur papat dan merupakan plasma. Sementara untuk pancernya adalah si jabang bayinya. Ketiadaan salah satu unsur membuatnya unsur papat kalimo pancer tidak dapat berguna.

Sebenarnya sedulur papat hanya berpindah tempat ketika si jabang bayi lahir. Sedulur papat ini masih di dalam rahim, akan tetapi bukan rahim seorang ibu melainkan ibu pertiwi. Ketika seorang manusia masih di dalam kandungan alam semesta yang disebut dengan bumi, mulyo, sedulur papat senantiasa menemani. Dapat dikatakan manusia tidak akan dapat lahir dan hidup tanpa bantuan sedulur papat-nya.

Ketika seorang bayi lahir, sedulur papat kalimo dan pancer-nya diistilahkan dengan kalimat sedulur tunggal pertapaan, nunggal sak, wat, ning beda-beda panggonan. Artinya, saudara satu tubuh, keluar melalui jalan yang sama, tetapi berbeda-beda tempatnya. Untuk saudara satu tubuh memiliki fungsi menyokong kehidupan tersebut adalah pancaindra. Pancaindra yang dimaksud antara lain penglihatan (mata), pendengaran (telinga), pencium (hidung), dan peraba (kulit).

Istilah Jawa

Dalam Jawa Tradisional orang-orang percaya bahwa keberadaan sedulur papat akan senantiasa menyertai seseorang di mana pun dan kapan pun selagi masih hidup di dunia. Sedulur papat diberikan tugas oleh kekuasaan alam untuk selalu setia membantu.

Walaupun sedulur papat tidak memiliki wujud fisik, akan tetapi setiap manusia sudah seharusnya memiliki hubungan yang serasi dan harmoni dengan sedulur papat-nya. Selain sedulur papat, ada unsur lain yaitu kalimo pancer. Kalimo pancer ini merupakan badan jasmani manusia. Maka keselurahannya disebut dengan sedulur papat kalimo pancer. Akan tetapi, ada juga yang menyebutnya dengan sebutan kiblat papat lima tengah. Maknanya adalah empat jurusan, yang kelima berada di tengah. Kelimanya dilahirkan seorang ibu dan disebut dengan mar dan marti yang berwujud udara. Mar merupakan udara yang dihasilkan oleh perjuangan sang ibu ketika proses melahirkan. Sementara marti adalah perasaan ibu sesudah melahirkan si jabang bayi dengan selamat ke dunia.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *