Panen Raya Pemasyarakatan, Ketahanan Pangan dan Solidaritas Sosial dari Balik Lapas
Banjarbaru, Jejakpost.Com — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan ambil bagian dalam Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Ditjenpas. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Banjarbaru, Kamis (15/1), dan terhubung secara virtual dengan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Indonesia.
Panen raya ini dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon dan dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pembinaan kemandirian warga binaan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, Mulyadi, menyebut panen raya serentak bukan hanya mencerminkan keberhasilan pembinaan di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, tetapi juga memperlihatkan peran sosial pemasyarakatan dalam merespons persoalan kemanusiaan.
Menurut Mulyadi, hasil panen yang diperoleh jajaran pemasyarakatan Kalimantan Selatan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di Aceh dan Sumatera. “Pembinaan yang kami jalankan mampu menghasilkan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ini adalah bentuk empati dan kontribusi pemasyarakatan Kalimantan Selatan untuk negeri,” ujarnya.
Panen raya di Kalimantan Selatan melibatkan 18 Kepala UPT Pemasyarakatan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kalimantan Selatan, serta sejumlah undangan. Mulyadi menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh jajaran pemasyarakatan dalam mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya yang tersedia.
Berdasarkan data akumulasi, sektor pertanian dan perkebunan menghasilkan komoditas utama berupa kangkung sebanyak 2.325 kilogram, disusul ubi jalar 1.497 kilogram dan terong 128 kilogram. Sementara itu, sektor perikanan didominasi ikan lele dengan total panen mencapai 605 kilogram.
Secara keseluruhan, total hasil panen raya serentak di Kalimantan Selatan mencapai 4.660 kilogram dari pemanfaatan lahan seluas 41.832 meter persegi. Nilai estimasi penjualan hasil panen mencapai Rp20.266.000 dengan perkiraan keuntungan bersih sekitar Rp6.299.000.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa hasil panen pemasyarakatan tidak semata berorientasi pada produksi. Ia menekankan pentingnya nilai kebersamaan dan kepedulian sosial dalam setiap program yang dijalankan. “Walaupun kontribusi kita mungkin tidak besar, tetapi jika dilakukan bersama-sama, ini menjadi kekuatan. Hasil panen ini kami ikhlaskan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” kata Agus.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, melaporkan bahwa panen raya serentak ketahanan pangan pemasyarakatan secara nasional menghasilkan sekitar 123,5 ton komoditas pangan yang mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

